loading...
loading...

Tak sedikit orang yang begitu berambisi mengejar sebuah jabatan. Masing-masing memiliki motif yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tidak semuanya, akan tetapi, kebanyakan motifnya adalah uang. Diakui atau tidak, faktanya memang iya.
Berbagai macam upaya ditempuh demi meraih jabatan yang diinginkan. Bahkan, tak jarang orang-orang seperti itu menggunakan cara-cara kotor. Janji-janji tak masuk akal, black campaign hingga money politic, menjadi hal yang dianggap wajar dalam rangka usaha menduduki sebuah jabatan.
Memang sudah hukum alam, karakter buruk melahirkan perilaku yang buruk pula. Itulah kenapa yang terjadi adalah begitu buruknya moral serta kinerja dari kebanyakan pejabat kita. Sekali lagi, idak semuanya memang. Akan tetapi kebanyakan begitu.
Sekandal memalukan, korupsi, kriminalitas dan kasus-kasus lain kerap mewarnai rekam jejak tokoh-tokoh yang telah dipercayai oleh masyarakat untuk mengemban jabatan tertentu. Karena karakter asli mereka memang buruk.
Seperti yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dalam sebuah video yang kini viral di media sosial, nampak terjadi keributan antara Bupati Tolitoli, Mohammad Saleh Bantilan dan Wakilnya, Abdul Rahman H Buding.
Dalam video berdurasi 59 detik itu terlihat wakil bupati yang mengenakan kemeja biru langit marah-marah dan naik ke atas panggung saat bupati sedang melantik pejabat fungsional dan struktural di gedung dharma wanita Tolitoli.
Berdasarkan laporan Kompas.com, pertengkaran itu terjadi karena Wakil Bupati Abdul Rahman H Buding tidak diundang dalam pelantikan itu. Abdul Rahman meminta pelantikan dibatalkan. Dalam kejadian itu, wakil bupati tampak menendang kursi yang diduduki (lebih tepatnya meja di depan) bupati di atas panggung.
Sementara itu, Ketua DPRD Tolitoli Andi Syarif mengatakan, saat insiden itu terjadi, ia sedang tidak berada di lokasi kejadian. Namun, ia mengaku melihat insiden itu dari media sosial. Ia menyayangkan peristiwa itu terjadi, apalagi video itu sudah beredar luas.
“Saya menduga ini ada komunikasi yang tersumbat antara bupati dan wakil bupati. Komunikasi yang tersumbat itu harusnya dibicarakan lebih awal. Jadi kami berharap bupati dan wakil bupati itu bisa kompak dengan berkomunikasi dengan intens,” kata Andi, Rabu (31/1/2018).
Sungguh memalukan! Sama sekali tak mencerminkan contoh yang baik sebagai pemimpin rakyat. Perangai yang sangat kekanak-kanakan. Lebih buruk dari pertengkaran emak-emak di pasar.
Hal seperti ini tak sepatutnya terjadi jika keduanya adalah pemimpin yang berkelas. Bagaimanapun, pertengkaran itu pastinya merupakan buntut dari buruknya karakter keduanya. Baik itu, Mohammad Saleh Bantilan maupun Abdul Rahman H Buding.
Jika memang benar penyebab keributan itu karena Mohammad Saleh Bantilan tak melibatkan Abdul Rahman H Buding dalam pengangkatan bahkan tak mengundang Wabup dalam pelantikan tersebut, maka jelaslah itu sebuah kesalahan. Karena, apapun yang terjadi, Bupati dan Wakil Bupati adalah satu paket.
Selama masih ada Bupati, terkait pengangkatan serta pelantikan pejabat fungsional dan struktural memang menjadi wewenangnya. Akan tetapi kurang tepat jika Bupati tak melibatkan wakilnya. Pun tak ada etisnya sama sekali. Itu namanya ora nguwongne.
Kendati demikian, tindakan Abdul Rahman H Buding juga tak bisa dibenarkan. Entah karena alasan apa ia tak dilibatkan, tak sepantasnya ia mengacau secara kasar di muka umum pada acara resmi. Segala sesuatu bisa dibicarakan secara baik-baik tanpa anarkis.
Bagaimanapun, Bupati dan Wakil Bupati adalah tokoh dan pemimpin masyarakat. Seharusnya mereka bisa menjadi contoh yang baik. Bukan malah berbuat seenak udelnya atau menunjukkan kengawuran dengan mempertontonkan keributan di hadapan publik.
Pada akhirnya, dari peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Membuat kita lebih memahami bagaimana memilih pemimpin yang baik. Bukan asal pilih tanpa memperhatikan seperti apa karakter tokoh tersebut.
Hindari memilih calon pemimpin yang terlihat begitu ambisius ingin berkuasa. Karena ambisius model seperti itu menunjukkan buruknya karakter seseorang. Dan karakter yang buruk, sudah tentu melahirkan perangai buruk pula.
loading...
0 Response to "HEBOH....!!! Bupati dan Wakilnya Nyaris Adu Jotos di Muka Umum"
Posting Komentar