About

loading...
loading...

Bukti Betapa Bobroknya Pilkada DKI, Ahok Dipenjara, Peringkat Demokrasi Indonesia Anjlok

loading...
loading...




Satu persatu, muncul bukti yang menunjukkan betapa bobroknya Pilkada DKI Jakarta 2017. Selama ini, kebobrokan Pilkada DKI mungkin hanya diyakini oleh sebagian orang saja. Namun dengan data terbaru yang dilakukan perusahaan riset bisnis dan ekonomi yang berbasis di Inggris menerbitkan laporan indeks demokrasi untuk 2017. Indonesia menjadi sorotan dalam laporan itu karena anjlok 20 peringkat di tingkat dunia.

Anjloknya peringkat demokrasi Indonesia di dunia tentu cukup mencengangkan. Presiden Jokowi sudah sekuat tenaga menegakkan demokrasi Indonesia sesuai dengan tempatnya. Namun upaya Jokowi berhasil dikalahkan oleh sekelompok oknum yang haus akan kekuasaan serta menghalalkan segala cara demi kursi gubernur DKI.


Democracy Index 2017 yang diterbitkan Economist Intelligence Unit menyebut Indonesia mengalami kemunduran menyusul Pemilihan Gubernur Jakarta 2017, di mana gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama, yang datang dari masyarakat minoritas, dipenjara karena dugaan penistaan agama.

Polemik Ahok sempat memicu serangkaian gelombang protes besar-besaran di Jakarta, di mana warga dari daerah-daerah lain di Indonesia ikut turun ke jalanan dan berdemonstrasi. Saat itu, dia tengah berstatus sebagai calon gubernur petahana.

Akhirnya, Ahok dikalahkan oleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ahok kemudian menjalani persidangan dan dinyatakan bersalah dengan hukuman dua tahun penjara. Menurut EIU, hal itulah yang mengakibatkan Indonesia turun dari posisi 48 ke posisi 68 di peringkat demokrasi dunia.

Fakta ini membuat saya geram. Wibawa Indonesia dicoreng oleh oknum yang haus akan kekuasaan. Laporan penurunan demokrasi di Indonesia bisa menjadi bukti shahih betapa kubu Anies-Sandi begitu keji dan licik dalam menjalani Pilkada DKI Jakarta. Demi ambisi politik, mereka tega merugikan banyak pihak. Kerugian yang datang jauh lebih besar, dan tak sebanding dengan keuntungan yang mereka raih.

Apakah Anies dan Sandi sadar bahwa kelakuan kubunya demi memenangkan Pilpres 2019 berdampak panjang seperti ini? Apakah mereka peduli dengan anjloknya peringkat demokrasi Indonesia? saya kira ini sangat mempengaruhi pandangan negara lain terhadap Indonesia.

Apakah pendukung Anies dan Sandi bisa menyadari bahwa dukungannya telah mencoreng harga diri bangsa di mata dunia?


Apakah FPI dan Alumni 212 sadar bahwa mereka ikut berperan terhadap dengan anjloknya peringkat demokrasi Indonesia?

Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang kaya, plural, menjunjung tinggi toleransi, menghargai hak-hak minoritas, serta berbhineka tunggal ika. Indonesia dihormati karena bisa menjaga keutuhan bangsa meskipun terdiri dari ratusan suku dan bahasa, etnis, serta 6 agama resmi. Indonesia dikenal sebagai negara yang sistem demokrasinya sudah cukup bagus. Sayangnya, hanya karena ulah sekelompok oknum haus akan kekuasaan, peringkat demokrasi Indonesia harus anjlok.


Saya rasa laporan penurunan demokrasi Indonesia juga bisa menjadi bukti betapa Ahok benar-benar sosok yang berpengaruh dan menjadi pusat perhatian dunia. Keberadaan Ahok di kursi gubernur DKI memberikan pengaruh baik yang cukup signifikan untuk DKI Jakarta. Sebaliknya, ketiadaan Ahok di kursi gubernur DKI, ditambah dijebloskan ke penjara ternyata berpengaruh buruk terhadap peringkat demokrasi Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa kondisi baik Ahok berpengaruh baik terhadap sekelilingnya. Sebaliknya, kondisi buruk Ahok juga berpengaruh buruk terhadap sekelilingnya.

Laporan penurunan demokrasi Indonesia yang diakibatkan Pilkada DKI juga menambah deretan panjang dampak buruk yang ditimbulkan oleh Anies dan Sandi. Sejak resmi dilantik sampai saat ini, saya belum melihat dampak baik yang ditimbulkan oleh keduanya. Keduanya bahkan membuat DKI semakin mundur, semrawut, acak-acakan, serta aturan-aturan dilanggar begitu saja. Saya tidak bisa membayangkan dampak buruk apalagi yang akan ditimbulkan Anies jika suatu saat nekat nyapres.

Mudah-mudahan laporan ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat kita semua. Sebagai warga negara, kita wajib menjaga marwah bangsa. Kita wajib menjaga demokrasi Indonesia dari tangan-tangan kotor yang hanya mementingkan ego pribadi. Jangan sampai ada Pilkada lain yang meniru jejak Pilkada DKI 2017. Cukup Pilkada DKI saja yang mempertontonkan Pilkada yang bobrok, keji, dan tidak manusiawi. Sebagai muslim, kita juga harus menjaga jangan sampai dalil agama dijadikan alat untuk kepentingan politik seperti yang terjadi di DKI.




loading...

0 Response to "Bukti Betapa Bobroknya Pilkada DKI, Ahok Dipenjara, Peringkat Demokrasi Indonesia Anjlok"

Posting Komentar